Bocah Penjual Tisu Dipukuli Didepan Resto Membuat Perdana Mentri Turki Murka

Bocah Penjual Tisu Dipukuli Didepan Resto Membuat Perdana Mentri Turki Murka

Bocah yang belakangan diketahui bernama Ahmed Hamdo Abeyd hanya bermaksud menjual tisu pada pengunjung sebuah restoran cepat saji di salah satu sudut kota Istambul.

Ahmed diusir oleh manager restoran tersebut. Lebih parah, Ahmed dipukul hingga hidungnya mengeluarkan darah.

Saya hanya menjual tisu. Ketika saya menawarkan sebungkus tisu kepada seorang wanita di sana, mereka menarik dan memukuli saya,” ujar Ahmed.

Ahmed mengaku sempat hilang kesadaran akibat terkena pukulan. Beruntung, ada seorang warga buru-buru mendatanginya dan menyiramkan air hingga dia bisa tersadar.

“Mereka (manajer restoran) menginjak-injak saya. Seorang warga Suriah di seberang jalan berlari menghampiri saya dan menuangkan air hingga saya kembali sadar,” ungkap Ahmed.

Insiden pemukulan tersebut sempat terekam sebuah kamera dan tersebar di jejaring sosial. Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pun sempat marah dan memerintahkan pemerintah setempat mencari Ahmed agar bisa dirawat.

Ahmed merupakan satu dari anak-anak pengungsi Suriah di Turki. Mereka terpaksa berjualan lantaran harus bertahan hidup di tempat pengungsian. Tempat tinggal mereka kini tidak lagi aman karena konflik bersenjata yang belum juga berakhir.

Foto-foto terkait insiden pemukulan yang dialami Ahmed membuat para netizen marah. “Banyak air mata untuk anak pengungsi Suriah yang dipukul di Turki, berharap pelakunya merinding merasakan penjara karena sudah memukulnya,” ungkap seorang pengguna Twitter.

Turki menjadi rumah bagi 1,7 juta pengungsi asal Suriah, berdasarkan laporan Badan Pengungsi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) akibat perang saudara selama empat tahun.