Penukaran Uang Baru di Kendari, Dibatasi Rp 500.000/orang

Penukaran Uang Baru di Kendari, Dibatasi Rp 500.000/orang

Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Harisuddin menjelaskan, layanan penukaran uang keliling ini untuk memperkenalkan uang jenis baru kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi pedagang yang masih ragu dengan uang baru tersebut. Untuk penukaran keliling, masyarakat hanya boleh menukarkan uang lama dengan uang baru maksimal Rp 500.000. Sementara untuk penukaran di kantor BI maksimal Rp 1 juta yang dibuka setiap Rabu.

Ratusan warga di Kota Kendari menyerbu layanan penukaran uang desain baru saat Bank Indonesia perwakilan Sulawesi tenggara (Sultra) membuka layanan penukaran uang di Mall Mandonga. Bank sentral menyiapkan satu unit mobil boks yang ditempatkan di depan Mall dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata lengkap dengan dibantu Satpam Mall.

“Kita stoknya masih terbatas. Sekali penukaran bervariasi, kita membatasi kalau di kantor Rp 1 juta, kalau di luar seperti ini maksimal Rp 500 ribu,” jelas Harisuddin.

Salah satu pengunjung Mall Mandonga, Udin mengaku senang bisa melihat langsung uang baru. Dia menukarkan uang sebanyak Rp 500.000. Uang itu rencananya akan diperlihatkan kepada keluarga dan temannya. “Baru saya ambil ini, baru pertama saya lihat uang baru ini, karena masih baru saya mau perlihatkan kepada keluarga,” kata Udin.

Pasca diberlakukannya uang baru tersebut sebagai alat tukar yang sah, BI Sulawesi Tenggara sudah mendistribuskan sejumlah uang tersebut ke beberapa daerah yakni di Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau. Total uang yang disiapkan oleh BI sebesar Rp 28 miliar. Dari jumlah tersebut uang yang sudah tersalurkan sekitar 50 persen.

Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menargetkan hingga akhir Januari 2017 mendatang seluruh uang tersebut sudah bisa beredar di masyarakat. Sementara untuk uang lama masih tetap berlaku hingga ada keputusan resmi dari pemerintah. Masyarakat juga dihimbau tidak khawatir terkait uang lama tersebut karena masih bisa digunakan sebagai alat tukar yang sah.