Reaksi Elite Demokrat Saat Tahu Ruhut Sitompul Mau Keluar DPR

Reaksi Elite Demokrat Saat Tahu Ruhut Sitompul Mau Keluar DPR

Partai Demokrat memberikan peringatan keras kepada Ruhut Sitompul saat ia mendukung Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Ruhut mendapat sanksi berat dari komisi pengawas Partai Demokrat lantaran mendukung Ahok-Djarot ketimbang keputusan partainya yang mengusung Agus Yudhoyono dan Silvyana Murni di Pilgub DKI.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto, sanksi berat tersebut dapat berpotensi besar mengakhiri karir Anggota Komisi III DPR tersebut di Partai Demokrat. Sebab, sanksi berat bisa meliputi pemecatan dari keanggotaan partai maupun sebagai keanggotaan di DPR.

“Sanksi berat ini berakibat buruk bagi Pak Ruhut. Sanksi berat bisa saja pemecatan dan bisa juga pencabutan dari anggota DPR,” kata Agus di Kompleks Parlemen.

Namun ancaman sanksi berat itu tak lantas membuat dukungan Ruhut ke Ahok-Djarot kendur. Bahkan, keseriusan mendukung Ahok-Djarot ditunjukan Ruhut usai memberi penegasan bakal mundur dari posisi anggota DPR.

“Reses ini aku mengundurkan diri. Aku mau fokus mendukung Ahok. Bagi gua jabatan bukan segalanya. Mundur dari DPR, Polhukam aku sudah mundur apalagi. Jangan samakan aku dengan yang lain. Ruhut mantap,” tegas Ruhut di Kompleks Parlemen.

Keinginan Ruhut itu diapresiasi elite Demokrat. Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan mengucapkan terima kasih atas keputusan kadernya Ruhut Sitompul yang ingin mengundurkan diri sebagai anggota DPR.

“Kita sih ucapkan terima kasih segala-galanya. Bagus buat Pak Ruhut, semuanya,” kata Syarief di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Soal pengganti Ruhut, Syarief menyebut partainya memiliki banyak kader berkualitas untuk menjadi anggota Pergantian Antar Waktu (PAW). Dia juga memastikan Fraksi Demokrat tidak merasa kehilangan atas mundurnya Ruhut.

“Banyak kader kita. Enggak (merasa kehilangan),” tegasnya.

Sementara itu, Waketum Partai Demokrat Roy Suryo menilai, langkah Ruhut tersebut setengah-setengah. Roy menantang Ruhut untuk mundur juga dari keanggotannya di Demokrat.

“Kalau menurut saya tanggung, mundur juga dong dari Partai Demokrat,” kata Roy.

Roy menilai, niat Ruhut mundur sebagai anggota dewan hanya untuk menarik simpatik pengurus Partai Demokrat untuk mempertahankannya di DPP. Padahal, katanya, Demokrat sudah tidak lagi menganggap Ruhut sebagai kader.

“Nah lucunya, yang di dalam rumah (Demokrat) enggak nganggap dia lagi, gitu loh. Lucunya, dia berharap akan ada tanggapan dari dalam rumah ini, tapi yang di dalam rumah senyum saja,” tegasnya.

Bahkan, mantan Menpora ini mengungkapkan, Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah merampungkan proses pemberian sanksi kepada Ruhut. Kemungkinan, Ruhut akan dijatuhi sanksi berat atas sikapnya mendukung Ahok-Djarot.

“Sudah ada rekomendasi dari komisi Pengawas dan juga dewan kehormatan untuk yang bersangkutan bersangkutan,” ungkapnya.

Kabar mundurnya Ruhut, lanjut dia, tidak akan dianggap serius oleh Partai Demokrat. Sebab, pihaknya saat ini sedang fokus untuk memenangkan Agus Harimurti – Sylviana Murni dalam kontestasi Pilgub DKI.

“Karena bagi saya si Ruhut ini sudah tidak dianggap lagi oleh mostly Partai Demokrat kok, kita sekarang fokus ke Pemenangan mas Agus dan Mpok Sylviana,” pungkas Roy.

Ahok sendiri mengapresiasi langkah Ruhut Sitompul yang bakal memutuskan mundur sebagai anggota DPR. Padahal seharusnya, dia menilai, langkah tersebut tidak perlu dilakukan sebab posisinya tengah nyaman.

“Kita sangat menghargai. Jarang ada orang seperti itu. Iya dong, enak jadi DPR ngapain berhenti,” katanya di RPTRA Gebang Sari, Jakarta Timur.

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini kedekatannya dengan Ruhut bukan hanya terjalin jelang pesta demokrasi. Sebab secara kekeluargaan, dia mengaku memiliki hubungan yang cukup dekat.

“Ya dekat, sudah keluarga saya sama dia kenal baik juga. Sama-sama orang dari Sumut (Sumatera Utara), sama kayak Raline orang dari Sumut kan,” tutupnya.