Contact Admin
bandar Q
Restoran Hantu Kabupaten Tabanan

Restoran Hantu Kabupaten Tabanan

Akhir 2015 lalu, sejumlah media luar negeri memberitakan keberadaan sebuah bangunan tak terurus di Bedugul, Bali. Media-media asing itu menyebut bangunan ini sebagai ‘Hotel Istana Hantu’.

Dalam foto yang ada di laman media tersebut, terpampang beberapa sudut dari bangunan tesebut yang sudah tidak terawat. Genting sudah kusam. Rumput dan ilalang terlihat sudah tumbuh di sana-sini. Bahkan sebagian memakan tembok bangunan.

Foto-foto dan video bangunan tidak terurus tersebut diambil oleh seorang wisatawan bernama Jacob Laukaitis. Setelah diabadikan kemudian diunggah ke YouTube dan dikutip oleh beberapa media asing.

Video yang diabadikan Jacob diunggah pada 1 Desember 2016. Dia juga menuliskan “Saya menemukan hotel besar yang ditinggalkan di Bali dan berkeliling selama berjam-jam”.

Ternyata video tersebut menarik perhatian banyak orang. Dalam video yang direkam tersebut terlihat kamar berantakan, kamar mandi berdebu. Bahkan ada bekas sendal jepit yang sudah lusuh.

Saking seramnya ada yang menyebut tempat tersebut merupakan ‘istana hantu’.

Hotel yang dimaksud tepatnya berada di kawasan Objek Wisata Bedugul, Tabanan, Bali. Bangunan tersebut dulunya adalah sebuah restoran megah yang dibangun di puncak bukit hutan Cemara.

Bahkan bagian depan dari restoran ini tepat di sisi jalan jurusan Denpasar-Singaraja. Restoran ini dulunya milik keluarga Cendana, milik keluarga Presiden Kedua RI Soeharto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Adnyana membenarkan hotel tersebut sempat dimilliki keluarga Cendana, namun katanya restoran ini sudah lama dijual oleh pihak Cendana.

“Kalau tidak salah sudah diambil alih. Tetapi kejelasannya tidak ada kabar lagi,” kata I Made Adnyana.

Made Adnyana menuturkan, bangunan tersebut awalnya dimiliki atas nama Letnan Jendral TNI (Purn) Sudjana. Jenderal tersebut semasa pemerintahan Orde Baru menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Alam.

Tetapi kemudian dijual oleh seseorang bernama Purnayasa, warga setempat. Soal proses jual belinya dilakukan oleh seseorang dari Partai Demokrat.

Cerita yang berkembang, masyarakat sekitar sering melihat ada penampakan wanita cantik berjalan masuk menuju restoran ini.

Katanya, pemuda yang melintas saat malam, kerap digoda sosok gadis cantik dengan rambut sepundak.

“Kadang anak-anak muda yang datang dari Denpasar atau dari Singaraja melintas tengah malam disetop cewek cantik,” ujar Wayan Putra, warga setempat.

Menurut dia, cerita itu sudah sering terjadi, rambutnya tidak panjang. Kulitnya putih bersih seperti wajah orang Tiongkok. Panjang rambutnya hanya sepundak.

Selain sosok wanita cantik, warga sekitar yang cari rumput untuk makanan kelinci juga kerap diperlihatkan sosok ular besar.

“Dulu banyak warga cari rumput untuk makanan kelinci, sejak sering lihat ular besar, tidak lagi ada yang berani masuk restoran punya Pak Tomy itu,” ujar Muhammad Guntur, warga setempat.