Contact Admin
Contact Admin
bandar Q
Libur Poker, Dewa Poker Online, Poker Terpercaya
Tak Hanya Bandar, Sekarang Pengedar Narkoba Juga Terancam Hukuman Mati

Tak Hanya Bandar, Sekarang Pengedar Narkoba Juga Terancam Hukuman Mati

Presiden Joko Widodo mempertanyakan perbandingan jumlah pemakai dan pengedar yang mati karena menggunakan narkoba. Hal itu ditanyakan Jokowi saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba di lapangan silang Monumen Nasional (Monas) Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Jakarta pada Selasa 6 Desember lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menanggapi hal tersebut mengatakan realitas hari ini, memang pemakai lebih banyak menjadi korban ketimbang pengedar. Pun demikian, Waseso mengakui ketidakseimbangan ini terjadi karena masih lemahnya pengawasan dan pencegahan terhadap peredaran barang haram itu.

“Sekarang tidak seimbang, kalau seimbang berarti jaringan itu sampai tuntas. Artinya kalau kita tuntaskan, jaringan itu tidak akan lagi beroperasi di negara kita,” ujar Waseso.

Lantaran masih maraknya peredaran narkoba, Waseso tak membantah jika nantinya bisa menerapkan metode tembak mati kepada pengedar narkoba. Metode tersebut dipopulerkan di Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte.

Sebelumnya, Jokowi meminta Budi menggaris bawahi soal banyaknya pemakai yang menjadi korban peredaran narkoba. Jokowi membandingkan jumlah para bandar dan pemakai yang mati karena barang haram tersebut.

“Bila memang dibutuhkan dan memang bila diharuskan karena ada suatu tindakan perlawanan, kita akan lakukan itu (tembak mati). Dan BNN sendiri sudah dilengkapi dengan persenjataan yang baru dan itu akan kita lakukan dalam penegakan hukum. Tapi kita akan lakukan tindakan tegas sesuai perintah presiden. Kita harus tegas dalam menangani ini, tidak boleh main-main,” jelas Waseso.

“Kalau kita lihat, 15.000 generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN supaya dibandingkan,” kata Jokowi.

“Tolong ini diberikan garis bawah. Karena betul-betul melihat barang seperti ini kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba,” tegas Jokowi.